Subscribe

RSS Feed (xml)



Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Jumat, 15 Oktober 2010

Pengertian Open Source di Linux

1.1 Pengertian Open Source
Open source adalah istilah untuk software yang kode programnya disediakan oleh pengembangnya untuk umum agar dapat dipelajari cara kerjanya, diubah atau dikembangkan lebih lanjut, dan disebarluaskan. Jika pembuat program melarang orang lain untuk mengubah dan atau menyebarluaskan program buatannya, maka program itu bukan open source, meskipun tersedia kode programnya.
Open source merupakan salah satu syarat free software. Free software pasti open source software, namun open source software belum tentu free software. Contoh free software adalah Linux. Contoh open source software adalah FreeBSD. Linux yang berlisensi free software tidak dapat diubah menjadi berlisensi tidak free software, sedangkan FreeBSD yang berlisensi open source software dapat diubah menjadi tidak open source. FreeBSD (open source) merupakan salah satu dasar untuk membuat Mac OSX (tidak open source). www.opensource.org/licenses memuat jenis-jenis lisensi open source.
Mulai tahun 1994-1995, server-server di ITB mulai menggunakan FreeBSD sebagai sistem operasinya. FreeBSD merupakan sistem operasi open source dan tangguh untuk keamanan jaringan maupun server. Tetapi kemudian para administrator jaringan di Computer Network Research Group (CNRG) ITB lebih menyukai laptop Mac dengan sistem operasi Mac OS X yang berbasis BSD daripada sistem operasi lain
Istilah open source (kode program terbuka) sendiri baru dipopulerkan tahun 1998. Namun, sejarah peranti lunak open source sendiri bisa ditarik jauh ke belakang semenjak kultur hacker berkembang di laboratorium-laboratorium komputer di universitas-universitas Amerika seperti Stanford, Berkeley, Carnegie Mellon, and MIT pada tahun 1960-an dan 1970-an.
Awalnya tumbuh dari suatu komunitas pemrogram yang berjumlah kecil namun sangat erat dimana mereka biasa bertukar kode program, dan tiap orang bisa memodifikasi program yang dibuat orang lain sesuai dengan kepentingannya. Hasil modifikasinya juga mereka sebarkan ke komunitas tersebut.
Perkembangan di atas antara lain dipelopori oleh Richard Stallman dan kawan-kawannya yang mengembangkan banyak aplikasi di komputer DEC PDP-10. Awal tahun 1980-an komunitas hacker di MIT dan universitas-universitas lain tersebut bubar karena DEC menghentikan PDP-10. Akibatnya banyak aplikasi yang dikembangkan di PDP-10 menjadi banyak yang kadaluarsa. Pengganti PDP-10, seperti VAX dan 68020, memiliki sistem operasi sendiri, dan tidak ada satupun piranti lunak bebas. Pengguna harus menanda-tangani nondisclosure agreement untuk bisa mendapatkan aplikasi yang bisa dijalankan di sistem-sistem operasi ini.

Karena itulah pada Januari 1984 Richard Stallman keluar dari MIT, agar MIT tidak bisa mengklaim piranti-piranti lunak yang dikembangkannya. Dan tahun 1985 dia mendirikan organisasi nirlaba Free Software Foundation. Tujuan utama organisasi ini adalah untuk mengembangkan sistem operasi. Dengan FSF Stallman telah mengembangkan berbagai piranti lunak: gcc (pengompilasi C), gdb (debugger, Emacs (editor teks) dan perkakas-perkakas lainnya, yang dikenal dengan peranti lunak GNU. Akan tetapi Stallman dan FSFnya hingga sekarang belum berhasil mengembangkan suatu kernel sistem operasi yang menjadi target utamanya. Ada beberapa penyebab kegagalannya, salah satunya yang mendasar adalah sistem operasi tersebut dikembangkan oleh sekelompok kecil pengembang, dan tidak melibatkan komunitas yang lebih luas dalam pengembangannya.
Pada tahun 1991, seorang mahasiswa S2 di Finland mulai mengembangkan suatu sistem operasi yang disebutnya Linux. Dalam pengembangannya Linus Torvalds melempar kode program dari Linux ke komunitas terbuka untuk dikembangkan bersama. Komunitas Linux terus berkembang dimana kemudian akhirnya melahirkan distribusi-distribusi Linux yang berbeda tetapi mempunyai pondasi yang sama yaitu kernel Linux dan librari GNU glibc seperti RedHat, SuSE, Mandrake, Slackware, dan Debian dan lainnya. Beberapa dari distribusi di atas ada yang bertahan dan besar, bahkan sampai menghasilkan distro turunan, contohnya adalah Distro Debian GNU/Linux. Distro ini telah menghasilkan puluhan distro anak, antara lain Ubuntu, Knoppix, Xandros, dan lainnya.
Kontribusi utama lain dari FSF selain perangkat lunak adalah lisensi GPL (GNU public License), dimana lisensi ini memberi kebebasan bagi penggunanya untuk menggunakan dan melihat kode program, memodifikasi dan mendistribusi ulang peranti lunak tersebut dan juga jaminan kebebasan untuk menjadikan hasil modifikasi tersebut tetap bebas didistribusikan. Linus Torvalds juga menggunakan lisensi ini dalam pengembangan dasar Linux.
Seiring dengan semakin stabilnya rilis dari distribusi Linux, semakin meningkat juga minat terhadap peranti lunak yang bebas untuk di sharing seperti Linux dan GNU tersebut, juga meningkatkan kebutuhan untuk mendefinisikan jenis peranti lunak tersebut.
Akan tetapi teminologi “free” yang dimaksud oleh FSF menimbulkan banyak persepsi dari tiap orang. Sebagian mengartikan kebebasan sebagaimana yang dimaksud dalam GPL, dan sebagian lagi mengartikan untuk arti gratis dalam ekonomi. Para eksekutif di dunia bisnis juga merasa khawatir karena keberadaan perangkat lunak gratis dianggap aneh.
Kondisi ini mendorong munculnya terminologi “open source” dalam tahun 1998, yang juga mendorong terbentuknya OSI (Open Source Initiative) suatu organisasi nirlaba yang mendorong pemasyarakatan dan penyatuan “Open Source”, yang diinisiasi oleh Eric Raymond dan timnya.
1.2  Sejarah Open Source
Awalnya ketika IBM menjual komputer komersial large scale pertama pada tahun 1960, IBM muncul dengan beberapa software yang free, maksudnya adalah secara bebas ( freely ) dibagikan diantara pengguna, mulai dari source code dan kemudian improvisasi dan modifikasi. Pada akhir tahun 1960 an, situasi mulai berubah setelah IBM Software mulai mempaketkan software dan pada pertengahan tahun 1970 an,  software mulai terbiasa dengan non-free software dimana menyebabkan user tidak diijinkan untuk mendistribusikan software, sorce code yang tidak disediakan sehingga user tidak dapat memodifikasi program ( software ).
Pada akhir tahun 1970 an serta awal tahun 1980 an, 2 grup yang berbeda mulai terbentuk dengan berdasarkan Open Source Software yaitu :
a.  Pesisir timur US, Richard Stallman, seorang programmer formal MIT AI lab, mengundurkan diri dan meluncurkan GNU Project dan Free Software Foundation. Tujuan pokok dari GNU Project adalah membangun Sistem Operasi yang Free ( gratis ) dan Richard memulainya dengan coding dari beberapa programming tools ( compiler, editor ,dll ). Sebagai tools yang legal, GNU General Public License ( GPL ) didesain bukan hanya untuk menjamin bahwa software yang dihasilkan GNU tetap free, tetapi juga untuk mengembangkan produksi dari free software. Dari segi filosofi, Richard Stallman juga menulis GNU manifesto, mulai dari ketersedianan source code dan kebebasan untuk mendistribusikan serta memodifikasi software adalah azas yang mendasar.
b.  Pesisir barat US, Computer Science Research Group ( CSRG ) dari Universitas California di Barkeley tengah mengembangkan system Unix dan membangun sejumlah aplikasi yang kemudian dikenal dengan “ BSD Unix “.  Usaha ini didanai penuh oleh DARPA ( secara kontrak ) dan jaringan komunitas hacker Unix  diseluruh dunia membantu dalam debugging, maintain serta improvisasi system. Selama beberapa waktu, software tidak didistribusikan diluar komunitas holders dari lisensi AT&T Unix. Tetapi pada akhir tahun 1980 an, software akhirnya didistribusikan dibawah lisensi BSD, satu dari lisensi open source pertama. Sayangnya, setiap kali user dari BSD Unix memerlukan lisensi AT&T Unix, sejak beberapa bagian dari kernel dan sejumlah utility penting, yang diperlukan untuk usable system tetap menjadi non-free software ( rahasia ).

Sepanjang tahun 1980 an sampai awal 1990 an, software open source melanjutkan perkembangannya, dimulai dari beberapa grup yang terisolasi. USENET dan internet membantu dalam upaya  pengkoordinasian antar Negara dan membangun komunitas user yang kuat. Seceara perlahan, banyak software yang telah dikembangkan mulai beritegrasi. Hasil dari integrasi itu, lingkungan yang lengkap dapat dibangun pada UNIX sebagai penggunaan software open source. Pada banyak kasus, system administrator mulai mengganti tools standar dengan GNU Program. Pada saat itu, banyak aplikasi yang mulai menjadi yang terbaik (utiliti UNIX, compiler dll ).

BAB 2
ISI
2.1 Linux
Kata "Linux" untuk saat ini sudah tidak asing lagi bagi para pengguna internet dan komunitas mahasiswa yang memiliki hobby untuk mencoba software-software baru. Secara teknis dan singkat dapat dikatakan, Linux adalah suatu system operasi yang bersifat multi user dan multi tasking, yang dapat berjalan di berbagai platform termasuk prosesor Intel 386 maupun yang lebih tinggi. Sistem operasi ini mengimplementasikan standar POSIX. Linux dapat berinteroperasi secara baik dengan sistem operasi yang lain, termasuk Apple, Microsoft dan Novell.
Nama Linux sendiri diturunkan dari pencipta awalnya, Linus Torvalds, yang sebetulnya mengacu pada suatu kumpulan software lengkap yang bersama-sama dengan kernel menyusun suatu sistem operasi yang lengkap. Lingkungan sistem operasi ini mencakup ratusan program, termasuk kompiler, interpreter, editor dan utilitas.
Perangkat bantu yang mendukung konektifitas, ethernet, SLIP dan PPP dan interoperabilitas. Produk perangkat lunak yang handal (reliable), termasuk versi pengembangan terakhir. Kelompok pengembang yang tersebar di seluruh dunia yang telah bekerja dan menjadikan Linux portabel ke suatu platform baru, begitu juga mendukung komunitas pengguna yang memiliki beragam kebutuhan dan juga pengguna dapat turut serta bertindak sebagai tim pengembang sendiri.

Linux pada awalnya dibuat oleh seorang mahasiswa Finlandia yang bernama Linus Torvalds. Dulunya Linux merupakan proyek hobi yang diinspirasikan dari Minix, yaitu sistem UNIX kecil yang dikembangkan oleh Andrew Tanenbaum. Linux versi 0.01 dikerjakan sekitar bulan Agustus 1991. Kemudian pada tanggal 5 Oktober 1991, Linus mengumumkan versi resmi Linux, yaitu versi 0.02 yang hanya dapat menjalankan shell bash (GNU Bourne Again Shell) dan gcc (GNU C Compiler).
Saat ini Linux adalah sistem UNIX yang sangat lengkap, bisa digunakan untuk jaringan, pengembangan software dan bahkan untuk pekerjaan sehari-hari. Linux sekarang merupakan alternatif sistem operasi yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan sistem operasi komersial (misalnya Windows 9.x/NT/2000/ME). Linux mempunyai perkembangan yang sangat cepat. Hal ini dapat dimungkinkan karena Linux dikembangkan oleh beragam kelompok orang. Keragaman ini termasuk tingkat pengetahuan, pengalaman serta geografis. Agar kelompok ini dapat berkomunikasi dengan cepat dan efisien, internet menjadi pilihan yang sangat tepat. Karena kernel Linux dikembangkan dengan usaha yang independent, banyak aplikasi yang tersedia, sebagai contoh, C Compiler menggunakan gcc dari Free Software Foundation GNU’s Project. Compiler ini banyak digunakan pada lingkungan Hewlett-Packard dan Sun.
Sekarang ini, banyak aplikasi Linux yang dapat digunakan untuk keperluan kantor seperti untuk spreadsheet, word processor, database dan program editor grafis yang memiliki fungsi dan tampilan seperti Microsoft Office, yaitu Star Office. Selain itu, juga sudah tersedia versi Corel untuk Linux dan aplikasi seperti Matlab yang pada Linux
dikenal sebagai Scilab.

Linux bisa didapatkan dalam berbagai distribusi (sering disebut Distro). Distro adalah bundel dari kernel Linux, beserta sistem dasar linux, program instalasi, tools basic, dan program-program lain yang bermanfaat sesuai dengan tujuan pembuatan distro. Ada banyak sekali distro Linux, diantaranya :
Ø      RedHat, distribusi yang paling populer, minimal di Indonesia. RedHat merupakan distribusi pertama yang instalasi dan pengoperasiannya mudah.
Ø      Debian, distribusi yang mengutamakan kestabilan dan kehandalan, meskipun mengorbankan aspek kemudahan dan kemutakhiran program. Debian menggunakan .deb dalam paket instalasi programnya.
Ø      Slackware, merupakan distribusi yang pernah merajai di dunia Linux. Hampir semua dokumentasi Linux disusun berdasarkan Slackware. Dua hal penting dari Slackware adalah bahwa semua isinya (kernel, library ataupun aplikasinya) adalah yang sudah teruji. Sehingga mungkin agak tua tapi yang pasti stabil. Yang kedua karena dia menganjurkan untuk menginstall dari source sehingga setiap program yang kita install teroptimasi dengan sistem kita. Ini alasannya dia tidak mau untuk menggunakan binary RPM dan sampai Slackware 4.0, ia tetap menggunakan libc5 bukan glibc2 seperti yang lain.
Ø      SuSE, distribusi yang sangat terkenal dengan YaST (Yet another Setup Tools) untuk mengkonfigurasi sistem. SuSE merupakan distribusi pertama dimana instalasinya dapat menggunakan bahasa Indonesia.
Ø      Mandrake, merupakan varian distro RedHat yang dioptimasi untuk pentium. Kalau komputer kita menggunakan pentium ke atas, umumnya Linux bisa jalan lebih cepat dengan Mandrake.
Ø      WinLinux, distro yang dirancang untuk diinstall di atas partisi DOS (WIndows). Jadi untuk menjalankannya bisa di-klik dari Windows. WinLinux dibuat seakan-akan merupakan suatu program aplikasi under Windows.

Dan masih banyak distro-distro lainnya yang telah tersedia maupun yang akan muncul.


2.2 Mandriva Linux
Mandriva Linux adalah distribusi gnu/Linux yang dikembangkan oleh Mandriva S.A, sebuah perusahaan IT yang berkantor pusat di Paris, Perancis. Mandriva Linux, yang tahun ini tepat menginjak umur 10 tahun, terkenal berkat inovasinya menjadikan desktop linux mudah digunakan bagi pengguna akhir.
Mandriva Linux (dahulu dikenal dengan nama Mandrakelinux atau Mandrake Linux) adalah sistem operasi yang dibuat oleh Mandriva (dahulu dikenal dengan nama Mandrakesoft). Mandriva Linux menggunakan RPM Package Manager.
Sejarah Mandriva
Pertama kali dirilis berbasis Redhat Linux (versi 5.1) dan KDE (versi 1.0) pada Juli 2008
Dari awal hingga versi 8.0, Mandrake menamai produk utamanya dengan Linux Mandrake. Sedang versi 8.1 sampai 9.2 dinamai Mandrake Linux
Pada bulan Februari 2004, Mandrakesoft kalah dalam suatu kasus di pengadilan terhadap Hearst Corporation, pemilik King Features Syndicate. Hearst menuduh MandrakeSoft melanggar hak cipta karakter King Features bernama ‘Mandrake the Magician’. Sebagai tindakan pencegahan, Mandrakesoft mengganti nama produknya dengan menghilangkan spasi antara merek dan nama produk serta mengubah huruf pertama dari nama produk menjadi huruf kecil, sehingga menjadi satu kata. Mulai dari versi 10.0, Mandrake Linux dikenal sebagai Mandrakelinux, demikian pula logonya.
Pada bulan April 2005 Mandrakesoft mengakuisisi Conectiva, sebuah perusahaan Brasil yang menghasilkan distribusi linux berbahasa Portugis (Brasil) dan Spanyol di Amerika Latin. Akibat akuisisi ini dan sengketa hukum dengan Hearst Corporation, Mandrakesoft mengumumkan nama perusahaan menjadi Mandriva, dan bahwa Mandriva Linux akan menjadi nama baru bagi produk-produknya.

 

Fitur

  • Mandriva control center yang memudahkan konfigurasi dari beberapa pengaturan.
  • Desktop menggunakan kde atau gnome sebagai desktop standar, tetapi juga menyediakan yang lain seperti xfce dan twm.
  • Kesatuan tema menyediakan konsistensi antara aplikasi dan lingkungan desktop.
  • Menggunakan paket manajer disebut urpmi
  • live usb dari mandriva linux dapat dibuat secara manual atau dengan unetbootin
  • Mandriva menyediakan beberapa edisi linux. Beberapa tersedia bebas, sedangkan yang lainnya dijual secara on-line atau melalui jaringan penjual resmi. Mandriva juga menyediakan mandriva club, yang sampai dengan 4 juni 2008 adalah gratis karena layanan pengunduhan telah dibuat sebagai produk terpisah.


Keuntungan dan kekurangan Mandriva
keuntungan mandriva:
* paling familiar buat kita
* perkembangan antar distronya cukup pesat
* tampilan sangat menarik
* sangat baru
* mudah untuk pemakaian sehari-hari, baik desktop maupun server
kekurangan mandriva:
* mengupgrade mandrake (Mandriva) sangat sulit, mesti reinstall server lagi.
* jangka waktu antar mengeluarkan distro sangat singkat, skitar 7 bulan sekali
* dokumentasi kurang baik
* Boros dalam penggunaan memori






Tim pengembang Mandriva, salah satu distro Linux populer di dunia dan Indonesia, merilis versi terbaru dari distro Linux kembangannya, yaitu Linux Mandriva 2010 dengan nama sandi Mammoth.
Si ‘Mammoth’ ini telah melewati versi Alpha dua kali, Beta satu kali, dan RC (Release Candidate) dua kali, yang dikerjakan selama lebih dari empat bulan.
Linux Mandriva sebelumnya lebih dikenal dengan nama Linux Mandrake, merupakan sistem operasi Linux/open source berbasiskan Linux Red Hat/Fedora.
Distro Linux ini pertama kali hadir pada tahun 1995 dengan nama sandi Linux Mandrake (Venice), dan kini setelah lebih dari satu dekade, Linux Mandriva telah dikenal sebagai sistem operasi open source yang stabil, mudah, aman, dan reliable.
Di Linux Mandiva 2010 (Mammoth), tim pengembang menyematkan berbagai fitur yang sudah banyak dikenal oleh para pengguna Linux pada umumnya karena kemudahannya, dan seperti distro Linux lainnya, tim pengembang juga menghadirkan berbagai perbaikan, fitur baru, update, dan kinerja yang lebih baik pada Mammoth daripada versi sebelumnya.
Linux Mandriva 2010 memiliki dua edisi desktop environment, yaitu Edisi KDE dan Gnome, versi LiveDVD dan installer, serta mendukung dua arsitektur, 32bit dan 64bit. Beberapa fitur yang terdapat pada Linux Mandriva 2010 (Mammoth), antara lain:
* Linux kernel 2.6.31;
* GNOME 2.28.0 desktop environment;
* KDE 4.3.2 desktop environment;
* EXT4 filesystem;
* X.Org 7.5;
* X.Org server 1.6.5;
* Moblin support;
* New artwork;
* OpenOffice.org 3.1.1;
* VirtualBox 3;
* Wine 1.1.32
* Mozilla Firefox 3.5;
* Elisa Media Center
Selain fitur-fitur yang disebutkan di atas, tim Mammoth juga melakukan beberapa perbaikan dan peningkatan kinerja untuk lebih memuaskan dan memanjakan pengguna Mammoth, seperti di bawah ini:
* Kinerja waktu booting ditingkatkan, kini lebih cepat daripada versi sebelumnya;
* Fitur Mandriva Installer pun mendapatkan desain ulang (redesign), sehingga memudahkan pengguna dalam penginstalan ke dalam harddisk;
* Tim pengembang menambahkan 4 new edisi themes, 10 new wallpapers, landsacape screensaver, untuk menjadikan tampilan dari Mammoth lebih menarik, cantik, dan indah;
* Disertakan pula di Mammoth, dukungan secara penuh terhadap Moblin (Mobile Linux) Environment;
* Dukungan terhadap kartu grafis Intel juga ditingkatkan;
* Mandriva Seed, tool ini dapat digunakan untuk membuat Linux Mandriva 2010 berformat bootable USB, sehingga Anda dapat mengintal sistem operasi Mandriva di berbagai PC tanpa harus menggunakan media CD Rom.
Sebenarnya masih banyak lagi yang bisa Anda dapatkan di sistem operasi Linux Mandriva 2010 selain yang disebutkan di atas. Untuk lebih detailnya, silahkan Anda kunjungi situs resmi dari Mandriva.
Setelah Karmic Koala melakukan debutnya, giliran Mammoth menunjukkan ‘taring’-nya kepada para pengguna Linux pada khususnya, dan pengguna komputer pada umumnya.
Bagi Anda yang ingin mencobanya dulu, silahkan Anda pilih versi Live-nya, karena dengan edisi Live Anda tak perlu menginstalnya ke harddisk apabila Anda ingin menggunakan sistem operasi ini.
Sedangkan bagi Anda yang ingin langsung menginstalnya, Anda dapat memilih versi installer.
Seperti disebutkan di atas, Mammoth memiliki dua edisi desktop environment yang bisa Anda pilih sesuai dengan keinginan, Edisi KDE atau Gnome.
Kedua desktop environment ini memang memiliki penggemarnya masing-masing. Dengan dihadirkan kedua edisi ini, tim Mammoth memang mengharapkan kedua penggemar edisi desktop environment ini menjadi pengguna Mammoth.
Untuk itu, silahkan kunjungi situs resmi Mandriva ataupun situs-situs mirror di seluruh dunia yang menyediakannya untuk mendownload Linux Mandriva 2010. (*cbn/ham)

Mengapa Mandriva Linux.?

Bagian ini menyuguhkan informasi bagi orang yang baru mengenal Linux, terutama Linux Mandriva. Informasi yang ada disini dapat ditambahkan secara periodik.
  • Kenapa menggunakan Linux Mandriva ?
  • Apakah Anda ingin menjadi Ahli dalam menggunakan Linux Mandriva ?
  • Bagaimana saya menginstall Linux Mandriva ?
  • Jika saya bisa mendownload Linux Mandriva secara gratis, mengapa harus membelinya ?
  • Apakah RPM itu?
  • Dapatkah saya menggunakan driver dan software Windows dalam Linux Mandriva ?
  • Bagaimana saya bisa berpindah menggunakan Linux Mandriva ?

Kenapa menggunakan Linux Mandriva ?

  • Karena efektif dan murah. Lebih dari 4000 aplikasi disertakan dalam Linux Mandriva, dari software office yang kompatible dengan Microsoft Word dan Excel, sampai game, video dan driver sound, software peer to peer, sebuah firewall dengan 3 langkah mudah, multimedia, download dan peningkatan foto digital, layanan e mail, animasi 3D, dan banyak lainnya.
  • Karena anda akan dilindungi dari serangan virus komputer! Dalam 10 tahun terakhir, hanya sedikit virus jaringan yang menyebar dan menyerang Linux telah dilaporkan, dan sama sekali tidak menyebar melalui Internet. Hal ini tidak memerlukan instalasi perangkat lunak antivirus pada penggunaan Linux di rumah (meskipun, tentu saja, perangkat lunak antivirus disediakan). program virus .exe atau .dat yang jahat pada Windows, tidak berpengaruh terhadap Linux.
  • Karena anda tidak melanggar hukum. Sejujurnya, sistem operasi yang beredar dipasaran dan aplikasi yang menyertainya penggunaannya tidak sesuai hukum. Dengan menggunakan Linux artinya kembali kejalan yang benar.
  • Karena Linux Mandriva dapat mengerjakan hampir semuanya.
  • Karena instalasinya sangatlah mudah (hanya beberapa klik saja).
  • Karena anda dapat menginstall Linux Mandriva dengan menggunakan lebih dari 60 bahasa!
  • Karena Linux menggunakan standar komputerisasi dan Internet. Anda dapat memastikan apa saja file yang dapat di akses dan dibaca lagi beberapa tahun kemudian..

Apakah Anda ingin menjadi Ahli dalam menggunakan Linux Mandriva ?

Tidak, pemula dapat memulai menggunakan ditro Linux Mandriva hanya dengan beberapa klik. Antarmuka grafik Linux sudah lebih daripada cukup seperti yang digunakan sistem operasi lainnya agar dapat digunakan secara nyaman. Konfigurasi sistem tidak merepotkan lagi. Mandriva menyertakan beberapa perangkat grafik agar anda dengan mudah mengkonfigurasi seting sistem dan desktop. Era ketika hanya para ahli yang menggunakan Linux sudah lewat!

Bagaimana saya menginstall Linux Mandriva ?

  • Untuk versi download: file yang harus di download adalah yang menggunakan format ISO (.iso). Versi DVD hanya satu .iso file, sementara itu versi CD ada beberapa. Anda dapat memperolehnya dari Halaman download Linux Mandriva. Setelah anda selesai mendownloadnya, bakarlah. Pilih “burn an image” (bukan data) dengan software pembakar kesukaan anda. Dengan menggunakan Linux Mandriva, hanya dengan klik kanan pada file dan pilih ” burn the image …”. Setelah selesai membakar file tadi, lihat dibawah ini untuk instalasinya.
  • Untuk versi CD dan DVD: masukkan disk 1 dan mulailah proses instalasi. Pada saat anda dihadapkan pilihan antara menginstall Mandriva Linux bersanding dengan sistem yang ada atau hanya menginstall Linux Mandriva.

Jika saya bisa mendownload Linux Mandriva secara gratis, mengapa harus membelinya ?

Versi gratis sudah bisa digunakan tetapi tidak disertai dengan software tambahan yang berguna yang hanya terdapat di versi komersial, seperti:
  • Beberapa aplikasi komersial
  • Driver tambahan, terutama driver video ATI(R) dan NVIDIA(R) agar performa kartu grafis bisa maksimal
  • Plugin yang sering digunakan : Flashplayer(R), Java(TM), Acrobat(R) reader…
  • Terdaftar di Club Mandriva
  • Dukungan dari tim teknikal Mandriva (dukungan melalu telepon atau web tergantung versi yang anda pilih)
  • Meskipun demikian versi komersial Linux Mandriva harus dibeli!
Isi tambahan dalam versi komersial sudah dikonfigurasi secara otomatis.

Apakah RPM itu?

RPM (Red Hat Package Manager) adalah file format yang digunakan Mandriva pada instalasi software. File-file ini disebut juga “paket”. Untuk menginstall software, tinggal mencari dan menginstallnya dengan menggunakan perangkat grafik yang ada di Mandriva (Mandriva Control Center – rpmdrake) atau browse ke web, download file RPM dan dobel klik untuk menginstallnya.
Beberapa file RPM mempunyai ketergantungan satu sama lain. Hal ini disebut ketergantungan(dependencies). Mandriva telah meningkatkan sistem RPM dalam urusan instalasi otomatis ketergantungan paket RPM jika anda menggunakan perangkat yang telah direkomendasikan (rpmdrake or urpmi).

Dapatkah saya menggunakan driver dan software Windows dalam Linux Mandriva ?

  • Linux adalah sistem operasi yang lengkap. Makanya kenapa program yang ditulis buat MS Windows (contohnya: file .exe) tidak bisa dijalankan di Linux, dan program yang ditulis untuk Linux tidak bisa dijalankan pada MS Windows. Bagaimanapun juga jika anda tidak dapat menemukan yang anda butuhkan didalam paket yang telah disediakan Linux, beberapa solusi bisa digunakan untuk menjalankan program MS Windows (misal: Wine, Win4Lin, Crossover Office, Qemu, VMWare, dosbox).
  • Untuk beberapa alasan, driver Windows tidak dapat dijalankan pada Linux (dengan beberapa pengecualian: Wifi, misalnya). Mandriva mendukung secara resmi pemakaian secara luas sejumlah driver tetapi kadangkala, merek baru atau hardware yang tidak biasa dipakai mungkin tidak bisa dikenali dengan benar. Kejadian ini terutama jika perusahaan yang membuat hardware tersebut tidak mau bekerjasama dengan komunitas Open Source untuk membuka kode driver yang tersedia atau tidak disediakannya ijin kepemilikan untuk produk tersebut. Oleh karena itu anda harus membeli hardware yang hanya di dukung oleh Linux.
  • Anda bisa juga menginstal Linux seperti sebuah aplikasi pada Windows jika anda memulai program ‘Lnx4Win’ yang terdapat pada DVD.


2 komentar:

  1. saya mahasiswa dari Jurusan Informatika
    Artikel yang sangat menarik, bisa buat referensi ini ..
    terimakasih ya infonya :)

    BalasHapus
  2. kita juga punya nih artikel mengenai 'Linux', silahkan dikunjungi dan dibaca , berikut linknya
    http://repository.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/1789/1/Artikel_92207004.pdf
    trimakasih
    semoga bermanfaat

    BalasHapus

My Blog List

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "