Subscribe

RSS Feed (xml)



Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Tampilkan postingan dengan label Bahasa Jepang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Jepang. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 November 2010

Beberapa Kalimat Sapaan dalam Bahasa Jepang ! Ltb

Sebetulnya, post ini adalah bagian terpisah — dan tidak terkait dengan dua post terdahulu tentang struktur gramatikal bahasa Jepang (yang ditulis di sini dan sini). Meskipun begitu, sehubungan dengan adanya beberapa request soal kalimat greetings, maka akan saya tuliskan beberapa diantaranya di post ini.

(ahem, mudah-mudahan dua mbak itu bisa tenang setelah ini, setelah sebelumnya nagihin greetings terus-terusan. :mrgreen: )




Note:
Bentuk-bentuk yang diberikan di sini adalah ucapan yang bertendensi sopan pada lawan bicara. Jadi, di sini Anda akan lebih sering menemukan partikel “desu” (bukannya “da”). Ini juga akan diwakili dengan pemberian akhiran -masu pada berbagai kata kerja, berbeda dengan berbagai bentuk dasar yang sudah dicontohkan di dua post sebelumnya. ^^




Yang Umum diucapkan di Awal Pembicaraan



[JAP] Ohayou / Ohayou gozaimasu
[INA] “selamat pagi”


[JAP] Konnichiwa
[INA] “selamat siang”


[JAP] Konbanwa
[INA] “selamat malam”


[JAP] Yoroshiku onegaishimasu
[INA] “mohon bimbingannya” / “mohon bantuannya”

–> (biasanya diucapkan pada saat berkenalan, atau pada saat akan mengerjakan sesuatu bersama-sama)


[JAP] O genki desu ka?
[INA] “Apakah Anda sehat?”


[JAP] O kage desu
[INA] “Saya sehat-sehat saja.”
–> (digunakan untuk menjawab “O genki desu ka?”)


[JAP] Kyou wa ii o tenki desu ne?
[INA] “Cuaca hari ini bagus, bukan?”


[JAP] Youkoso!
[INA] “Selamat datang!”


[JAP] Moshi-moshi…
[INA] “Halo…” (berbicara lewat telepon)







Yang Umum diucapkan Selama Percakapan Berlangsung



[JAP] Hai
[INA] “Ya”

–> (untuk menyetujui sesuatu atau menjawab pertanyaan)


[JAP] Iie
[INA] “Tidak”

–> (kebalikannya “hai”)


[JAP] Arigatou / Arigatou gozaimasu
[INA] “Terima kasih”

–> (gozaimasu di sini dipakai untuk ucapan formal, atau bisa juga menyatakan “terima kasih banyak”)


[JAP] Gomen na sai
[INA] “Mohon maaf”


[JAP] Sumimasen
[INA] “Permisi”

–> (bisa juga diterapkan untuk minta maaf seperti “gomen na sai”)


[JAP] Zannen desu
[INA] “sayang sekali” / “amat disayangkan”


[JAP] Omedetou, ne
[INA] “Selamat ya”

–> (untuk beberapa hal yang baru dicapai, e.g. kelulusan, menang lomba, dsb)


[JAP] Dame / Dame desu yo
[INA] “jangan” / “sebaiknya jangan”


[JAP] Suteki desu ne
[INA] “Bagus ya…” / “indah ya…”

–> (untuk menyatakan sesuatu yang menarik, e.g. ‘hari yang indah’)


[JAP] Sugoi! / Sugoi desu yo!
[INA] “Hebat!”


[JAP] Sou desu ka
[INA] “Jadi begitu…”

–> (menyatakan pengertian atas suatu masalah)



[JAP] Daijoubu desu / Heiki desu
[INA] “(saya) tidak apa-apa” / “(saya) baik-baik saja”







Jika Anda Kesulitan menangkap Ucapan Lawan Bicara Anda



[JAP] Chotto yukkuri itte kudasai.
[INA] “Tolong ucapkan lagi dengan lebih lambat.”


[JAP] Mou ichido itte kudasai.
[INA] “Tolong ucapkan sekali lagi.”


[JAP] Motto hakkiri itte kudasai.
[INA] “Tolong ucapkan dengan lebih jelas.”







Untuk Mengakhiri Pembicaraan



[JAP] Sayonara
[INA] “Selamat tinggal”


[JAP] Mata aimashou
[INA] “Ayo bertemu lagi kapan-kapan”


[JAP] Ja, mata / mata ne
[INA] “Sampai jumpa”


[JAP] Mata ashita
[INA] “Sampai jumpa besok”







Beberapa Kalimat yang Tidak Selalu Muncul dalam Dialog, tetapi merupakan Elemen Kebudayaan Jepang



[JAP] Irasshaimase!
[INA] “Selamat datang!”

–> (kalimat ini hanya diucapkan oleh petugas toko ketika Anda berkunjung)


[JAP] Ittekimasu!
[INA] “Berangkat sekarang!”

–> (kalimat ini diucapkan ketika Anda hendak pergi meninggalkan rumah pada orang yang tetap tinggal di dalam)


[JAP] Itterasshai
[INA] “Hati-hati di jalan”

–> (diucapkan ketika seseorang hendak pergi ke luar rumah; umumnya sebagai jawaban untuk “Ittekimasu”)


[JAP] Itadakimasu
[INA] [literal] “Terima kasih atas makanannya”

–> (kalimat ini sebenarnya tidak diartikan secara harfiah. Masyarakat Jepang biasanya mengucapkan kalimat ini sebagai ungkapan rasa syukur atas makanan yang dihidangkan)


[JAP] Gochisousama deshita
[INA] [literal] “perjamuan/hidangan sudah selesai”

–> (seperti “Itadakimasu”, kalimat ini juga tidak diartikan secara harfiah. Masyarakat Jepang pada umumnya mengucapkan kalimat ini seusai makan)


[JAP] Kimochi ii…!
[INA] [literal] “terasa nyaman”

–> (umum diucapkan jika Anda merasakan sesuatu yang nyaman di suatu tempat. E.g. ketika Anda pergi ke gunung dan merasa bahwa udaranya bagus, kalimat ini bisa dipakai untuk mengekspresikannya. ^^ )



***



Yah, kira-kira segitu sih. Tentunya karena cuma mencakup sebagian, masih banyak yang bisa ditambahi lagi. Paling tidak, beberapa contoh di atas sudah mencakup beberapa kalimat dialog standar dalam Bahasa Jepang.

Ada yang mau menambahkan?

tambahan untuk Latian !

Prolog

* Uwa Teshi dan Mama Sitie sedang menunggu kedatangan Haji Memet di biro jodoh “(Oooh, Ayo...) Gajah Emas”.


Dalam cerita ini, Anda memerankan lakon sebagai Uwa Teshi.


(Cara lucu untuk mengingat: Bayangkan Anda berdandan seperti Teshi (geli ngebayanginnya... hiii... ). Teshi adalah salah seorang lakon dalam grup lawak Srimulat. Teshi terkenal jahil, selalu berdandan norak dan suka genit mencolak-colek bintang tamu cewek yang cantik. Seluruh jari tangan Teshi memakai cincin emas segede gajah).


Biro jodoh “(Oooh, Ayo...) Gajah Emas” hanya buka praktek di waktu pagi. Siang harinya, biro jodoh ini berubah nama menjadi (namanya terlalu panjang, jangan dihafalkan) “Oooh, Yuuuk, Cape Deeeh, Gajah Pengen Duduk, Secara, Udah Berdiri Seharian, Gitu Loh”.


(Cara lucu mengingat: Ketika Anda memasuki gerbang dunia drama ini, pintu masuk biro jodoh ini persis seperti selangkangan gajah terbuat dari emas, mengkilap kinclong-kinclong! Biar lebih lucu, bayangkan sang gajah menghadap ke belakang, sehingga Anda masuk dari bawah pantat si gajah emas, dan untuk membuka pintunya harus mengucapkan mantra: Oooh, Ayo..., Gajah Emas... hihihihi..., sambil memelintir ekor sang gajah (terserah mo ekor yang mana :p) biar pintu gerbangnya terbuka)


Di biro jodoh ini, Anda diharuskan untuk mengenalkan Mama Sitie (yang sudah janda) kepada Haji Memet (yang sudah duda).


(Cara lucu untuk mengingat: Mama Sitie adalah Siti Nurhaliza yang sedang hamil. Dus, dipanggil Mama Sitie. Penting untuk diingat: Rambut Mama Sitie dikucir. Haji Memet adalah seorang raja minyak. Dandanannya selalu monoton: berjenggot, berpeci putih, bersorban dan kemana-mana selalu membawa tasbih).
[sunting] Dialog

Nah, karena Haji Memet sudah sampai di pintu gerbang biro jodoh, hafalkan dialog di bawah ini:


Bahasa Jepangnya:

1.
* (H)aji: Ohayo gozaimasu.

(ingat mantra untuk membuka pintu? “Oooh, Ayo, Gajah Emas”...).

1.
* (T)eshi & (S)itie : Ohayo gozaimasu.

(membalas salam)

1.
* (T)eshi: Hajimemashite, watashi wa Uwa Teshi desu. Douzo.

(biar sopan, sambil nyerahin doz kado sebagai hadiah).

1.
* (H)aji: Hajimemashite, watashi wa Haji Memet desu. Douzo yoroshiku

(sambil membuka doz kado Uwa Teshi menggunakan gaya jurus siku, dengan menyodokkan sikutnya ke muka Haji Memet, ciaaaattt!!!).

1.
* (T)eshi: Memet-san, kochira wa Mama Sitie-san desu.

(sambil menjambak kuncir rambut Mama Sitie).

1.
* (S)itie: Hajimemashite, watashi wa Mama Sitie desu.

Douzo yoroshiku onengaishimasu. (sambil merebut doz kado di tangan Haji Memet, juga dengan jurus siku, dan melemparkannya ke Si Oneng Ae yang sedang dirayu Si Mas dari Jawa...).

Arti Bahasa Indonesianya:

1.
* (H)aji: Selamat pagi.
* (T)eshi & (S)itie : Selamat pagi (juga).
* (T)eshi: Perkenalkan, saya adalah Uwa Teshi gitu loh. Silahkan (sopan).
* (H)aji: Perkenalkan, saya adalah Haji Memet gitu deh. Silahkan juga (lebih sopan).
* (T)eshi: Tuan Memet, yang ini adalah Nona Mama Sitie gitu loh.
* (S)itie: Perkenalkan, saya adalah Mama Sitie gitu deh. Silahkan juga (paling sopan).


Setelah perkenalan itu, Haji Memet langsung ngebet ingin melamar Mama Sitie yang cantik (tapi hamil). Karena Haji Memet kaya raya, akhirnya Mama Sitie pun menerima lamarannya, dan mereka pun menikah saat itu juga.


Demikianlah asal-usul perkenalan singkat mereka. Tak heran setiap kali orang Jepang berkenalan, mereka tidak lupa untuk selalu menyebut pendahulu mereka, Mama Sitie yang sekarang sudah bergelar Haji: Haji Mama Siti (dibaca: hajimemashite).


selamat pagi, (sang istri bangtidur, nguap lebar: “Oooah”, trus ada yang ngajakin ehm-ehm, jawabannya: “Oooh, Ayo...”)un tidur, nguap lebar: “Oooah”, trus mo ngajakin ehm-ehm sama “gajah Si (e)Mas”, jawabannya: “Oooh, Ayo..., Gajah Emas, yes! yes! yes! cihuii...”)

* hajimemashite atau hajimema* ohayo gozaimasu = (lebih sopan)* ==== Kosa kata yang akan dihafalkan ===='ohayou = selamat pagi

(sang istri bangun shite? = perkenalkan atau bagaimana kabarmu?(ingat hajimemashite tidak butuh ka) (ingat Haji Mama Sitie)

* watashi = aku

(bayangin kamu jadi Uwa Teshi, geli, hiii, jijay bajay...)

* douzo = silahkan atau Inggrisnya "Nice to meet you."

(ingat menyerahkan satu doz kado)

* douzo yoroshiku = silahkan atau Inggrisnya "Nice to meet you."

(lebih sopan, ingat menyerahkan doz kado menggunakan jurus siku)

* douzo yoroshiku onengaishimasu = silahkan atau Inggrisnya "Nice to meet you."

(lebih sopan lagi, ingat menyerahkan doz kado menggunakan jurus siku, dan melemparkannya ke Si Oneng Ae yang sedang dirayu Si Mas dari Jawa)

* wa = adalah
* desu = (gitu) deh / (gitu) loh
* kore atau kono= ini

(ingat, sambil menunjuk ke koreng bopeng di pipi Mama Sitie)

* kochira = yang ini

(ingat waktu Uwa Teshi menjambak kuncir rambut Mama Sitie? Sambil menunjuk ke kuncir rambut, dia bilang kochira)
[sunting] Tata bahasa baru

* [____] wa [____] desu = [____] adalah [____] gitu loh / gitu deh

Contoh:

* [_Watashi_] wa [_Memet_] desu = [_Saya_] adalah [_Memet_] gitu loh
* [_Kochira_] wa [_Teshi_] desu = [_Yang ini_] adalah [_Teshi_] gitu deh


* [____] san atau [____] sama= tuan [____]

Gunanya:

* Untuk menunjukkan penghormatan terhadap seseorang

Contoh:

* [_Memet_] san = Tuan [_Memet_]
* [_Teshi_] sama = Oom/Tante [_Teshi_]
* [_Siti_] san = Nyonya [_Siti_]

[sunting] Pertunjukan Dimulai
[sunting] Pelaku Utama

* T: Uwa Teshi (dibaca: WaTashi),
* H: Haji Memet (dibaca: HajiMe), dan
* M: Mama Sitie (dibaca: MaSte, maksa bhanggeeettttt!).
o Penting! Mama Sitie rambutnya dikucir (dibaca: kochira)

[sunting] Peran Pembantu

* SO: Si Oneng Ae Si Mas (dibaca: Oneng’ae Si Mas, Si Oneng sedang dirayu sama Si Mas dari Jawa)
* SM: Si Mas (dibaca: Si Mas, Mas dari Jawa yang sedang merayu Si Oneng)

[sunting] Lokasi Shooting

* Biro Jodoh: “(Oooh, Ayo...) Gajah Emas” (dibaca: Oooh,ayo,goza,imasu).
* Buat yang piktor, Biro Jodoh ini juga merupakan lambang kejantanan (Si Gajah Emas, "gajah"nya Si Mas Jawa) :)

[sunting] Alat Bantu (Alat Peraga)

* Doz kadO (dibaca: DoozO)

[sunting] Keahlian

* Jurus Siku (dibaca: Yoroshiku)
* Membuka Doz kadO dengan Jurus Siku (dibaca: DoozO yoroshiku)
* maka enak(dibaca: oishidesu)

[sunting] Keahlian Tambahan

* Membuka Doz kadO dengan Jurus Siku dan dilempar ke Si Oneng Ae yang sedang dirayu Si Mas dari Jawa... (dibaca: DoozO yoroshiku onengaeshimasu).
* korekaramo gambarimasu


kunjungi bLog
http://www.ltbstore.blogspot.com/
( promosi dodoLan merchandise ) hehe

Selasa, 05 Oktober 2010

SELINGAN : Sisi Kelam Kebudayaan Jepang Part I

selain belajar bahasa ada baiknya kita juga belajar budaya Orang Jepang, kali ini sia postkan sisi kelam biyar kita bisa ambil pelajarn. mudah2n kita tidak merasa benci dengan Jepang setelah mengetahui ini justru kita harusnya semakin suka dan tertantang

GEISHA, KYABAKURA-JO, HOSUTO DAN SISI KELAM MASYARAKAT
JEPANG

Dalam sejarah perang dunia, ada satu sisi kelam yang hingga saat ini terus menerus mendapat sorotan dari banyak kalangan. Yakni masalah 'Jugun Ianfu'. Istilah ini ditujukan untuk para wanita di negara jajahan yang melayani tentara Jepang dalam pemenuhan kebutuhan seks mereka. Keberadaan para wanita tersebut tidak hanya ada di
negara kita-Indonesia saja, tetapi juga di negara Asia lain seperti Korea, China, Malaysia dan lainnya. Perjuangan para wanita-wanita ini masih berada di pertengahan jalan dalam meraih keadilan, padahal usia terus menggerogoti mereka. Tak sedikit hingga hayat di
kandung badan lepas, para wanita ini harus membawa kenangan pahit itu hingga ke liang kubur. Masih banyak dari kalangan mereka sendiri atau keturunan mereka yang terus menuntut Pemerintah Jepang untuk mengakui kebejatan moral para mantan tentara
perangnya. Tuntutan para wanita ini sudah dijawab oleh Pemerintah Jepang dalam bentuk uang kompensasi, sebagai pengganti 'terengutnya masa muda yang indah dengan cara paksa, juga sebagai upaya penyembuhan luka masa lalu'. Tapi sayangnya, hal penting yang seharusnya diakui sebagai rasa malu telah memperlakukan wanita yang dimata Allah swt diletakkan di tempat yang agung, tidak juga keluar dari seluruh mulut para mantan tentara Jepang yang masih hidup hingga saat ini. Mungkin para wanita itu menjerit: kalau perlu para mantan tentara Jepang ini sebaiknya melakukan 'harakiri'(robek perut) sebagai upaya intropeksi diri. Ternyata tidak semua laki-laki Jepang berjiwa 'Bushi' seperti yang bisa kita lihat di film 'Samurai'.
Kata 'geisha' itu bermakna 'orang yang bisa berkesenian' . Jadi geisha itu adalah seorang wanita yang bisa menari dan memainkan alat musik tradisional Jepang. Bukan pelayan seks seperti yang orang-orang bayangkan selama ini. Selain kata 'geisha' juga ada kata 'maiko' dan 'geiko'. Semua kata-kata ini adalah sebuah profesi. 'Maiko' adalah 'wanita muda yang bisa menari', sedangkan geiko adalah senior daripada maiko, yang tidak hanya bisa menari tapi juga memainkan alat musik. Sedangkan geisha adalah
senior daripada keduanya. Senior dalam artian pengalaman dan umur. Untuk menjadi seperti mereka ini harus melalui sebuah sekolah khusus, sekolah kejuruan. Jadi bukan tiba-tiba jadi.
Salah satu kota yang paling mencolok di Jepang yang ada hubungannya dengan geisha adalah Kyoto. Merupakan sebuah kota yang kental dengan adat istiadat Jepang masa lalu. Di kota ini ada kurang lebih 1000 buah kuil. Dari yang ukurannya kecil hingga yang sangat besar dan seluas pusat perbelanjaan. Dalam 1 tahun dengan pergantian 4 musim selalu diwarnai dengan berbagai macam festival. Lewat berbagai festival itu, Pemda Kyoto bisa menarik keuntungan uang yang tidak sedikit. Tidak hanya itu kebaikan yang bisa diambil oleh Pemda Kyoto, tapi juga nama kota itu bisa dikenal di seluruh dunia. Menjadi obyek wisata yang diminati wisatawan dalam negeri dan juga luar negeri.
Kota Kyoto ini pernah menjadi ibukota darurat pengganti Tokyo.
Kyoto memiliki dua wajah yaitu wajah kehidupan masa lalu yang terus dipertahankan,
dan kehidupan modern yang terus berkembang. Di pusat kota, ada sebuah sungai besar yang panjang membelah kota hingga tersambung dengan kota Osaka. Dikenal dengan sebutan 'Kamogawa' atau 'Sungai Bebek'. Bila menelusuri sungai ini hingga ke pusat kota, maka kita bisa menemui kehidupan masa lalu yang dipertahankan itu. Pusat kota ini dikenal dengan sebutan Kawaramachi Dori. Di sekitarnya ada wilayah bernama Pontocho. Di wilayah ini berderet rumah makan yang kental dengan nuansa Jepang. Mulai dari bentuk bangunannya, jenis masakannya, bahasa yang dipergunakan, tata krama pelayanannya, semuanya. Ada prestise tersendiri bila menjadi tamu di wilayah Pontocho ini. Di wilayah Pontocho ini pun ada 'Desa Geisha' (hanya sebuah istilah yang digunakan karena memang di wilayah ini bisa kita temui lokasi tempat tinggal wanita-wanita berprofesi Geisha).
Restoran Jepang, Desa Geisha, menjadi obyek wisata di kota ini. Bila ada kesempatan dan tentunya uang, anda bisa mencoba memakai baju seperti Geisha dan
berjalan-jalan di sekitar kuil sambil berfoto. Sebuah paket wisata yang lengkap dan menyisakan kenangan indah tentunya. Adapula dunia hiburan malam bergaya modern. Bar atau 'snack' yang lengkap dengan wanita-wanita muda penghibur. Kemudian ada juga laki-laki berpakaian jas rapi, berdiri di masing-masing bar tempat mereka bekerja sebagai penarik tamu. Para laki-laki ini berdiri di depan pintu masuk setiap bar, sambil tersenyum ramah kepada para pejalan kaki yang lewat di depan wilayah mereka. Mereka akan berusaha berkali-kali menghadang pejalan kaki sambil merayu untuk mampir ke bar mereka. Bar atau 'snack' yang dimaksudkan disini hanya diwakili sebuah pintu saja. Tidak bisa diintip dari luar. Jadi, promosi tentang wanita-wanita penghibur di
dalamnya tidak bisa diketahui dengan jelas, kecuali kalau kita masuk ke dalamnya. Selain
rayuan para lelaki yang berdiri berjam-jam di luar bar, ada juga bar yang meletakkan Kehidupan malam di Jepang secara umum tidak hanya terbatas di kota Kyoto saja. Tapi hampir ada di seluruh kota dan desa di Jepang. Ada istilah 'Kyabakura-Jo' bagi wanita-wanita muda penghibur di bar atau 'snack', dan 'Hosuto' bagi laki-laki muda
penghibur. Di setiap bar, ada tokoh 'mama', yakni seorang wanita cantik separuh baya yang menjadi manajer bahkan pemilik bar. Sejak ratusan tahun yang lalu, di Jepang dikenal profesi wanita penghibur yang disebut 'Oiran'. Hiburan yang disajikan bukan tari dan gerak, tapi sebagai pemuas nafsu seks lawan jenisnya. Kemudian hal ini berkembang ke abad 20, dan muncullah istilah-istilah lebih modern dan menjadi sebuah profesi yang diminati habis-habisan oleh wanita-wanita muda Jepang. Yang aku
maksudkan adalah sebutan 'Kyabakura-Jo'. Berprofesi sebagai Kyabakura-Jo berarti akan menghasilkan uang yang banyak. Dalam usia 20-30 tahunan, sudah bisa menjadi mesin uang untuk diri sendiri. Bisa membeli apa pun yang diingini. Tidak sedikit mereka mendapatkan hadiah dari para tamu berupa barang-barang kecil berupa baju, tas, jam tangan yang bermerk mahal hingga benda besar seperti bangunan apartemen, mobil dan lain sebagainya. Bahkan ada juga tamu yang menyelipkan uang 10 ribu yen di setiap halaman buku setebal 200 halaman, sebagai hadiah atas layanan yang telah diterimanya dari sang gadis penghibur. Profesi sebagai gadis penghibur di zaman modern ini tidak lagi menuntut kecantikan dan kemolekan tubuh, walaupun tetap menjadi hal penting. Tetapi yang dituntut dari seorang Kyabakura-Jo adalah kecerdasan, memiliki pengetahuan luas seperti halnya penyiar tv atau mungkin reporter koran dan majalah. Harus bisa menjadi 'kamus ilmu pengetahuan umum' yang bisa meladeni pembicaraan setiap tamu yang ingin berkeluh kesah tentang dunia bisnis, dunia kedokteran,dunia
musik, atau apa saja. Bahkan di bar-bar berkelas tinggi, para Kyabakura-Jo memiliki kemampuan berbahasa asing. Seorang Kyabakura-Jo yang memiliki kemampuan lengkap seperti itu akan mampu bertahan sebagai 'Number One', dan ini ada kaitannya dengan keuntungan pribadi dan bar tempat ia bekerja. Seorang Kyabakura-Jo kelas atas mampu membeli sebuah mobil Jaguar terbaru hanya dalam hitungan gaji dan bonus minimal 1-3 bulan. Tapi seorang Kyabakura-Jo yang tidak mampu bersaing, harus menerima kenyataan pahit, yakni dipecat dari pekerjaannya.

====================================

Sisi Kelam Part II

Kesimpulannya adalah, profesi Kyabakura-Jo telah dianggap tidak kalah penting
seperti halnya profesi karyawan di dunia bisnis normal. Entah berapa ratus bar yang ada di sebuah wilayah perkotaan besar, dan keuntungan dari bisnis ini tergantung daripada kemampuan para Kyabakura-Jo mempertahankan kehadiran seorang tamu. Persaingan antar bar sangatlah ketat, sehingga apabilaterpilih sebagai 'Kyabakura-Jo Number One' di wilayah tersebut adalah hal yang membanggakan. Ada satu lagi profesi sejenis di dunia hiburan malam, yakni 'Hosuto'. Seperti yang telah kujelaskan di atas, bahwa Hosuto ini adalah hostess laki-laki. Apabila para Kyabakura-Jo bersolek dan berpakaian mahal lagi indah, maka para Hosuto pun tidak kalah menarik. Mereka biasanya bermodalkan jas modern yang tentunya mahal, kemudian bergaya rambut terkini, memakai wangi-wangian, berperawakan kurus dan lembut, berwajah manis, dan siap berlutut merayu rayu tamu wanita yang hadir. Target mereka adalah para tamu wanita tersebut memesan minuman beralkohol termahal yang dijual di setiap bar mereka. Dimana harga satu botol minuman itu bisa sampai ratusan juta atau mungkin 1 milyar rupiah. Wanita-wanita yang datang tidak hanya wanita separuh baya berduit yang mencari 'kehangatan' di luar rumah, tapi juga wanita-wanita mandiri yang memang memiliki penghasilan banyak, atau wanita muda anak orang kaya, atau karyawan di sebuah perusahaan biasa yang masih single dan mati-matian berhemat agar bisa 'menyewa' sang Hosuto. Menjadi seorang Hosuto harus mampu 'minum' alkohol selama jam kerja tanpa mabuk. Dibalik 'kegagahan' para
Hosuto ini ketika melayani tamunya, sebenarnya tidak sedikit yang harus dikorbankan. Terutama kesehatan mereka. Sering ditayangkan di televisi, bahwa seorang Hosuto ternyata akan terkapar di pagi hari karena over-dosis alkohol.Kebanyakan dari merekapun sudah mengidap penyakit paru-paru, pencernaan dll yang parah
karena kadar alkohol yang dikonsumsi sudah melewati ambang normal. Untuk mempertahankan kesehatannya, seorang Hosuto harus bolak-balik ke dokter untuk meminta obat khusus. Setiap kali dokter mengingatkan untuk mengurangi kadar alkohol yang diminum, maka setiap kali pula sang Hosuto mengeluarkan uang banyak
untuk menerima jatah obat bulanan dari sang dokter. Yang membuatku tak habis pikir, mengapa profesi ini tidak dihilangkan saja?. Yang terpikir olehku hanya
satu, yakni berlaku hukum 'bagi untung' antara pasien dan dokter!. Sehingga nasehat dokter hanya menjadi kicauan burung gagak yang tidak perlu didengarkan. Dari pihak dokter sendiri, mungkin nasehat yang diberikannya hanya semacam 'kewajiban' tapi tidak
perlu dituruti. Selain kesehatan yang harus dikorbankan, tidak sedikit cerita yang mengharukan disandang oleh seorang Hosuto. Pilihan hidup sebagai seorang Hosuto adalah jalan hidup yang aku yakini tidak normal. Ada semacam keterpaksaan dalam menjalaninya. Dari sekian ratus ribu Hosuto yang berkeliaran di seluruh antero Jepang,
tidak sedikit yang sebenarnya berstatus mahasiswa. Tertarik dengan ratus juta yen yang melayang-layang dari kantong para tamu yang dilayani, merupakan penyebab utama mereka memilih profesi ini. Kemudian, rasa ingin mendapatkan gaya hidup mewah tanpa perlu kerja seumur hidup di sebuah perusahaan. Tetapi ada juga yang terpaksa bekerja sebagai Hosuto karena merasa bertanggung jawab untuk menghidupi anggota
keluarganya yang cacat, orangtuanya yang sudah jompo, dan lain sebagainya. Kebanyakan dari para Hosuto ini 'menyembunyikan' identitas asli mereka di depan sanak
keluarganya. Sehingga anggota keluarga yang berada di kampung hanya menyakini kalau anak mereka bekerja di sebuah perusahaan sebagai seorang salary-man
(karyawan). Setahun belakangan ini sudah ada trend baru di dunia hiburan televisi. Yakni, kemunculan seorang mantan Hosuto yang menjadi selebriti. Di satu sisi, mungkin
trend ini jadi kiblat baru untuk Hosuto-Hosuto lain agar kelak bisa mengikuti jejak seniornya yang berkibar di layar tv.
Seperti halnya Kyabakura-Jo, maka di dunia Hosuto pun dikenal istilah Number One. Tidak hanya Number One se-bar, tapi juga ada kompetisi untuk menjadi nomor
satu di seluruh Jepang. Kompetisi gila!, tapi nyata. Kompetisi ini ditayangkan di media tv Jepang, dan menjadi contoh bagi yang muda-muda. Maka terbentuklah
lingkaran setan di dalam generasi muda Jepang untuk meniru senior-senior mereka untuk berprofesi sebagai Kyabakura-Jo atau Hosuto. Kyabakura-Jo dan Hosuto, dua profesi yang masih akan terus diminati oleh anak muda Jepang yang ingin hidup
senang dengan jalan pintas. Tidak ada diskriminasi jenis kelamin, perawakan wajah dan tubuh untuk menjadi seperti mereka. Asalkan mereka serius dan mau
'berjibaku' menjalani profesi ini, maka kenikmatan dunia sudah pasti ada di tangan. Tapi mereka akan membayar mahal kenikmatan dunia itu, yakni dengan perasaan kering kerontang dan kehampaan di lubuk hati yang paling dalam. Percayalah itu!

sumber:Kyabakura- Jo, Hosuto...sisi kelam masyarakat Jepang
==========================================

BELAJAR KANJI

BAMBU 竹 untuk MENULIS 書 disebut KUAS 筆

書(ショ、か。く)
Arti : menulis
ON-yomi : SHO
KUN-yomi : ka(ku)
Contoh :
書き方 (かき かた)kakikata – cara tulis
読書(どくしょ)dokusho – membaca

竹(チク、たけ)
Arti : bambu
ON-yomi : CHIKU
KUN-yomi : take
Contoh :
竹林 (ちくりん/たけばやし)chikurin/takebayashi – hutan bambu
竹 で 出来た (たけ で できた)take de dekita – dibuat dari bambu

筆 (ヒツ、ふで)
Arti : kuas, pena
ON-yomi : HITSU
KUN-yomi : fude
Contoh :
筆者 (ひっしゃ)hissha – penulis
筆先 (ふでさき)fudesaki – ujung kuas

SETIAP 毎 *TETES AIR 氵akan kembali ke LAUT 海

毎(マイ)
Arti : setiap
ON-yomi : MAI
KUN-yomi : -
Contoh :
毎日(まいにち)mainichi – tiap pagi
毎月(まいげつ/まいつき)maigatsu/maitsuki – tiap bulan

海(カイ、うみ)
Arti : laut
ON-yomi : KAI
KUN-yomi : umi
Contoh :
海水 (かいすい)kaisui – air laut
海相 (かいしょう)kaishou – menteri kelautan

HUJAN 雨 turun dari AWAN 雲 , diiringi PETIR 雷

雨 (ウ、あめ)
Arti : hujan
ON-yomi : U
KUN-yomi : ame
Contoh :
雨天 (うてん)uten – langit hujan
小雨 (こさめ)kosame – gerimis

雲 (ウン、くも)
Arti : awan
ON-yomi : UN
KUN-yomi : kumo
Contoh :
雲海 (うんかい)unkai – lautan awan
黒雲 (くろくも/こくうん)kurokumo/koku-un – awan hitam

雷 (ライ、かみなり)
Arti : petir
ON-yomi : RAI
KUN-yomi : kaminari
Contoh :
雷鳴 (らいめい)raimei – petir/geledek
雷神 (らいじん)rai-jin – dewa petir

*TETES AIR 氵 dari BARAT 西 disebut minuman keras (SAKE) 酒

西(セイ、サイ、にし)
Arti : barat
ON-yomi : SEI, SAI
KUN-yomi : nishi
Contoh :
西山 (にしやま)nishiyama (nama)
東西 (とうざい)touzai – timur dan barat

酒 (シュ、さけ)
Arti : sake (minuman keras dari beras yg difermentasikan)
ON-yomi : SHU
KUN-yomi : sake
Contoh :
日本酒 (にほんさけ)nihon sake – sake Jepang
洋酒 (ようしゅ)youshu – anggur (Barat)

PELAJARAN INI DI AMBIL DARI POSTINGAN DI GROUP JAPANLUNATIC COMMUNITY
========================================

Rabu, 22 September 2010

Contoh Kalimat

Reibun ; れいぶん ; 例文 ; contoh kalimat
Asoko ni dare ga imasu ka ; あそこにだれがいますか ; Disana ada siapa?
Kenshuusei ga imasu ; 研修生がいます ; Ada trainee
Dare mo imasen ; だれもいません ; Tidak ada siapa-siapa
Hako no naka ni nani ga arimasu ka ; はこの中に何がありますか ; Di dalam kotak ada apa?
Boruto to natto ga arimasu ; ボルトとナットがあります ; Ada baut dan mur
Nani mo arimasen ; 何もありません ; Tidak ada apa-apa
Tanaka-san wa doko ni imasu ka ; 田中さんはどこにいますか ; Tuan Tanaka ada dimana?
Robii ni imasu ; ロビ-にいます ; Ada di Lobby
Depaato wa doko ni arimasu ka ; デパ-トはどこにありますか ; Dept store ada dimana?
Eki no chikaku ni arimasu ; 駅の近くにあります ; Ada di dekat stasiun
Suitchi wa doko desu ka ; スイッチはどこですか ; Saklar ada dimana?
Doa no migi desu ; ドアの右です ; Di sebelah kanan pintu
Nagoya wa Toukyou to Oosaka no aida ni arimasu ; 名古屋は東京と大阪の間にあります ; Nagoya ada di antara Tokyo dan Osaka
Jimusho wa ni-kai no robii no hidari desu ; 事務所は2回のロビ-の左です ; Kantor ada di sebelah kiri Lobby tingkat 2

Renshuu A ; れんしゅうA ; 練習A ; latihan A
Kyoushitsu ni kenshuusei ga imasu ; 教室に研修生がいます ; Di ruang kelas ada trainee
Kyoushitsu ni Rao-san ga imasu ; 教室にラオさんがいます ; Di ruang kelas ada tuan Rao
Kyoushitsu ni hito ga imasu ; 教室に人がいます ; Di ruang kelas ada orang
Kyoushitsu ni onna no hito ga imasu ; 教室に女の人がいます ; Di ruang kelas ada orang perempuan
Kyoushitsu ni dare ga imasu ka ; 教室にだれがいますか ; Di ruang kelas ada siapa?

Asoko ni kagi ga arimasu ; あそこに鍵があります ; Disitu ada kunci
Asoko ni tokei ga arimasu ; あそこに時計があります ; Disitu ada jam tangan
Asoko ni kouen ga arimasu ; あそこに公園があります ; Disitu ada taman
Asoko ni gakkou ga arimasu ; あそこに学校があります ; Disitu ada sekolah
Asoko ni nani ga arimasu ka ; あそこに何がありますか ; Disitu ada apa?

Hako no ue ni hon ga arimasu ; 箱の上に本があります ; Di atas kotak ada buku
Hako no shita ni hon ga arimasu ; 箱の下に本があります ; Di bawah kotak ada buku
Hako no naka ni hon ga arimasu ; 箱の中に本があります ; Di dalam kotak ada buku
Hako no migi ni hon ga arimasu ; 箱の右に本があります ; Di sebelah kanan kotak ada buku
Hako no hidari ni hon ga arimasu ; 箱の左に本があります ; Di sebelah kiri kotak ada buku

Tanaka-san wa jimusho ni imasu ; 田中さんは事務所にいます ; Tuan Tanaka ada di kantor
Tanaka-san wa soto ni imasu ; 田中さんは外にいます ; Tuan Tanaka ada di luar
Tanaka-san wa Lee-san no ushiro ni imasu ; 田中さんはリイさんの後にいます ; Tuan Tanaka ada di belakang tuan Lee
Tanaka-san wa doko ni imasu ka ; 田中さんはどこにいますか ; Tuan Tanaka ada dimana?

Ginkou wa asoko ni arimasu ; 銀行はあそこにあります ; Bank ada disitu
Ginkou wa chikaku ni arimasu ; 銀行は近くにあります ; Bank ada di dekat sini
Ginkou wa depaato no tonari ni arimasu ; 銀行はデパ-トの隣にあります ; Bank ada di sebelah Dept store
Ginkou wa doko ni arimasu ka ; 銀行はどこにありますか ; Bank ada dimana?

Sentaa no chikaku ni depaato ya resutoran ya byouin (nado) ga arimasu ; センタ-の近くにデパ-トやレストランや病院(など)があります ; Di dekat Center ada Dept store, restoran dan rumah sakit
Sentaa no chikaku ni ginkou ya yuubinkyoku ya toko-ya (nado) ga arimasu ; センタ-の近くに銀行や郵便局や床屋(など)があります ; Di dekat Center ada bank, kantor pos dan barber shop
Sentaa no chikaku ni gakkou ya kouen ya koujou (nado) ga arimasu ; センタ-の近くに学校や公園や工場(など)があります ; Di dekat Center ada sekolah, taman dan pabrik

Renshuu B ; れんしゅうB ; 練習B ; latihan B
Kenshuusei ga imasu ; 研修生がいます ; Ada trainee
Hako ga arimasu ; 箱があります ; Ada kotak
Tsukue ga arimasu ; 机があります ; Ada meja
Sensei ga imasu ; 先生がいます ; Ada guru
Okane ga arimasu ; お金があります ; Ada uang
Kodomo ga arimasu ; 子供があります ; Ada anak
Resutoran ga arimasu ; レストランがあります ; Ada restoran
Tabako to matchi ga arimasu ; 煙草とマッチがあります ; Ada rokok dan korek api
Tomodachi ga arimasu ; 友達があります ; Ada teman
Rao-san ga imasu ; ラオさんがいます ; Ada tuan Rao
Watashi no kagi ga arimasu ; 私の鍵があります ; Ada kunci saya
Dare mo imasen ; だれもいません ; Tidak ada siapa-siapa
Nani mo arimasen ; 何もありません ; Tidak ada apa-apa

Kyoushitsu ni kenshuusei ga imasu ; 教室に研修生がいます ; Di ruang kelas ada trainee
Robii ni kenshuusei ga imasu ; ロビ-に研修生がいます ; Di Lobby ada trainee
Niwa ni kenshuusei ga imasu ; 庭に研修生がいます ; Di halaman ada trainee
Shokudou ni kenshuusei ga imasu ; 食堂に研修生がいます ; Di ruang makan ada trainee
Asoko ni kenshuusei ga imasu ; あそこに研修生がいます ; Disitu ada trainee
Watashi no kaisha ni kenshuusei ga imasu ; 私の会社に研修生がいます ; Di perusahaan saya ada trainee

Tsukue no ue ni hon ga arimasu ; 机の上に本があります ; Di atas meja ada buku
Terebi no ue ni hon ga arimasu ; テレビの上に本があります ; Di atas TV ada buku
Shinbun no ue ni hon ga arimasu ; 新聞の上に本があります ; Di atas koran ada buku
Hako no ue ni hon ga arimasu ; 箱の上に本があります ; Di atas kotak ada buku
Isu no ue ni hon ga arimasu ; 椅子の上に本があります ; Di atas kursi ada buku
Zasshi no ue ni hon ga arimasu ; 雑誌の上に本があります ; Di atas majalah ada buku

Tsukue no ue ni nani ga arimasu ka ; 机の上に何がありますか ; Di atas meja ada apa?
Hon ga arimasu ; 本があります ; Ada buku
Tsukue no shita ni nani ga arimasu ka ; 机の下に何がありますか ; Di bawah meja ada apa?
Kaban ga arimasu ; 鞄があります ; Ada tas
Kimura-san no migi ni nani ga arimasu ka ; 木村さんの右に何がありますか ; Di sebelah kanan tuan Kimura ada apa?
Isu ga arimasu ; 椅子があります ; Ada kursi
Uchi no soto ni nani ga arimasu ka ; 家の外に何がありますか ; Di luar rumah ada apa?
Isu ga arimasu ; 椅子があります ; Ada kursi
----------------------------------------------------------------------------

Minggu, 05 September 2010

KATA SIFAT

Dalam bahasa jepang ada beberapa kata sifat yang di bagi atas 2 macam, yaitu kata sifat nakeyoushii dan ike youshii
Kata Sifat
Kata sifat biasanya di gunakan untuk menyatakan,menanyakan kesan mengenai kegiatan sekolah/sehari-hari. Dalam bahasa Jepang ada 2 jenis kata sifat, yaitu keiyooshi/ikeyooshi (ciri- cirinya selalu berakhiran dengan vocal ~i) namun ada beberapa kata yang berakhiran I tidak termasuk ke bentuk ikeyooshi hal ini disebabkan huruf “i” pada kata tersebut disuarakan “e”,adapun kata sifat tersebut adalah aimai (kabur),yumei (terkenal),kirei (cantik), dan kirai (tidak suka/benci). Dan kata sifat yang kedua adalah kata sifat nakeyooshi/kedoyooshi (kata sifat yang tidak berakhiran ~i).
Dalam beberapa contoh kalimat kata sifat dapat mengalami perubahan, perubahan dapat terjadi dengan mengurangi atau menambahkan bagian pada kata sifat.
a. Kata sifat berubah ketika di ubah ke dalam bentuk negative,situasi lampau,atau menerangkan kata benda yang diikutinya.
b. Apabila dua kata sifat digabungkan maka kata sifat pertama mengalami perubahan bentuk. Untuk ikeyooshi, akhiran “I” diganti menjadi ~te dan untuk nakeyooshi ditambah “de”
c. Perubahan ke bentuk negative :
1. Ikeyooshi jika dalam bentuk negative huruf I di akhir kata sifat diganti dengan ku arimasen (ku nai}
2. Untuk nakeyooshi di tambah ja arimasen atau ja nai
Daftar kata sifat :

Kirei : bersih,cantik Shizuka : tenang,sunyi Nigiyaka : ramai Yumei : terkenal
Shinsetsu : ramah Genki : sehat Suteki : bagus (benda) Chiisai : kecil
Atarashi : baru Furui : lama Ii (yoi) : benar,bagus (org) Warui : jelek
Yasashi : mudah Takai : mahal Yasui : murah Muzukashii : sulit
Omoshiroi : menarik Oishii : enak Isogashi : sibuk Tanoshi : menyenangkan
Shiroi : putih Kuroi : hitam Akai : merah Aoi : biru
Kiiroi : kuning Seikatsu : kehidupan Kuruma : mobil Tabemono : makanan
Mura : kampong Machi : kota Yama : gunung Sakura : bunga Sakura
Hayai : cepat Osoi : lamabat Tenki : cuaca Atsui : panas
Samui : dingin Hansamu : tampan Kawai : manis (wajah) Benkyou : pelajaran
Kagaku : kimia Seibuggaku : biologi Shagaigaku : sosiologi Butsurigakku : fisika
Chirigaku : geografi Geijitsu : pnd. Seni Seiji gaku : ekonomi Ei go : bhs. Inggris
Pintar : jozu Bodoh : heta Oshiemasu : mengajar Bukka : barang-barang




POLA KALIMAT


(+) objek (yang menjadi subjek) + wa+ kata sifat + desu
(-) objek (yang menjadi subjek) + wa+ kata sifat + ja arimasen/nai desu
(?) objek (yang menjadi subjek) + wa+ dou + desu ka
KS + KB (kirei kaban =tas yang cantik)
Ks I + ga + ks II (sifat I tapi sifat II)





Rei:
• Nihon go wa omoshiroi desu (bahasa jepang menarik)
• Pocal wa oishikunai desu
• Cuaca hari ini bagaimana? (kino no tenki wa dou desuka)
• Kereta apai bawah tanah sangat cepat (chijatetsu wa totemo hayai desu)
• Ini bukan tas baru (kore wa tarashi kaban ja arimasen)
• Di tidak sehat (kare wa genki ja arimasen)
• Bersih tapi ramai (kirei desu ga nigiyaka desu)


EVALUASI

1. KeretaApi bawah tanah Jepang bagaimana?
2. Bahasa inggris sulit tapi sangat menarik
3. Pelajaran kimia bagaimana? Pelajaran kimia tidak menarik
4. Ari mempunyai tas merah
5. Guru Hendra bagaimana? Guru Hendra ramah dan pintar
6. Makanan kantin tidak mahal
7. Bapak Imran mengajar fisika di SMA,fisika sangat sulit tapi menarik
8. Apakah tas anda ini tas baru?
9. Rani cantik dan pintar

Rabu, 01 September 2010

KOSA KATA

Tokoro : tempat Ryou : asrama
Benkyou : pelajaran Seikatsu : kehidupan
(o) shigoto : pekerjaan Dou : bagaimana
Donna : yang bagaimana Dore : yang mana
Amari : tidak begitu Totemo : sangat
Ryori : masakan Yukyu : base ball
Kurasiku : classic Kabuki : drama tradisional jepang
E : gambar Ji : huruf
Komakai okane : uang kembalian Chiketto : tiket
Jikan : waktu Yoji : urusan
Yakusoku : janji Goshujin : suami (orang lain)
Otto/shujin : suami Okusan : istri (orang lain)
Tsuma/kanai : istri Daitai : sebagian besar
Mizumi : danau Ringo : apel
Mikan : jeruk Sandowich : sandwich
Kare raisu : nasi kare Esukurimu : ice cream
Kitte : perangko Hagaki : kartu pos
Futo : amplop Sokutatsu : surat kilat
Kakitome : surat tercatat Eamairu : pos udara
Funabin : pos laut Ryoshin : orang tua
Kyodai : saudara Gaikoku : luar negeri
…… jikan : ……. Jam ….. shokan : ……. minggu
…… kagetsu : ……. Bulan …… nen : ……. tahun
…. Gurai : kira-kira …. Dono gurai : berapa lama
Tenki : cuaca Kisetsu : musim
Haru : musim semi Natsu : musim panas
Aki : musim gugur Fuyu : musim dingin
Ame : hujan Yuki : salju
Kumori : awan Hoteru : hotel
Kuko : bandara Umi : laut
Sekai : dunia Pati : party
(o) matsuri : pesta perayaan Shiken : ujian
Sukiyaki : semur daging sapi Sashimi : ikan mentah
Sushi : nasi dengan ikan mentah Tempura : tempura
Ikebana : seni merangkai bunga Momiji : pohon maple
Zutto : lebih (untuk perbandingan) Shiyakusho : kantor walikota
Puru : kolam renang Kawa : sungai
Keijai : ekonomi Bijutsu : seni
Tsuri : pancing (ikan) Doruku : pendaftaran
Shumatsu : akhir minggu ……. Goro : kira-kira
Nanika : sesuatu Dokoka : di suatu tempat
Teishoku : makanan yang dipaket Aikon : air conditioner
Pasupoto : passport Namae : nama
Jusho : alamat Cizu : peta
Shio : garam Sato : gula
Yomikata : car abaca ……. Kata : cara ……
Yukkuri : pelan-pelan Sugu : segera
Atode : nanti Mo sukoshi : sedikit lagi
Shiryo : data Katarogu : catalog
Jikokuhyo : jadwal Fuku : pakaian
Seihin : commodity Soputo : software

By: Deviana ^_^

My Blog List

Powered By Blogger

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "